Mengenal Sensor DHT11 dan Cara Kerjanya
Sensor DHT11 adalah salah satu jenis sensor digital yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban udara. Sensor ini sangat populer di kalangan pelajar, mahasiswa, dan pengembang proyek elektronika karena harganya yang terjangkau, mudah digunakan, dan kompatibel dengan berbagai mikrokontroler seperti Arduino, ESP8266, maupun Raspberry Pi.
Spesifikasi Umum DHT11
Berikut adalah beberapa spesifikasi teknis dari DHT11:
- Tegangan operasi: 3.3V – 5.5V DC
- Arus maksimum: 2.5 mA
- Rentang pengukuran suhu: 0°C – 50°C
- Akurasi suhu: ±2°C
- Rentang pengukuran kelembaban: 20% – 90% RH
- Akurasi kelembaban: ±5% RH
- Output data: Digital (1-wire protocol)
- Frekuensi
pengambilan data: Setiap 1 detik (1 Hz)
Komponen dan Struktur DHT11
Sensor DHT11 terdiri dari dua bagian utama:
- Thermistor – untuk
mengukur suhu.
- Sensor kelembaban kapasitif –
untuk mengukur kelembaban udara.
Selain
itu, di dalamnya terdapat chip ADC (Analog to Digital Converter) yang
mengubah sinyal analog dari kedua sensor menjadi sinyal digital, sehingga bisa
langsung dibaca oleh mikrokontroler.

Cara Kerja Sensor DHT11
Berikut adalah gambaran sederhana cara kerja sensor
DHT11:
- Inisialisasi
Mikrokontroler (misalnya Arduino) mengirimkan sinyal awal (start signal) kepada sensor DHT11 melalui satu pin data. - Respons Sensor
DHT11 merespons dengan sinyal
balasan dan mulai mengirimkan data digital berupa 40 bit data.
- Format Data
Data yang dikirim terdiri dari:
- 8 bit kelembaban utuh
- 8 bit kelembaban desimal
(selalu 0 untuk DHT11)
- 8 bit suhu utuh
- 8 bit suhu desimal (selalu
0 untuk DHT11)
- 8 bit checksum (untuk
verifikasi data)
- Pembacaan dan Validasi
Mikrokontroler membaca data
tersebut, memverifikasi dengan checksum, lalu menampilkannya melalui LCD,
serial monitor, atau aplikasi lainnya.
Kelebihan dan Kekurangan DHT11
Kelebihan:
- Harga murah dan mudah ditemukan
- Mudah digunakan
dengan berbagai platform mikrokontroler
- Tidak memerlukan kalibrasi tambahan
- Ukuran kecil dan ringan
Kekurangan:
- Akurasi tidak
setinggi sensor kelas industri
- Rentang pengukuran
suhu dan kelembaban terbatas
- Waktu pembacaan
cukup lambat (maksimal 1 kali per detik)

Pin DHT11 Versi 4 Pin (Tipe Sensor Tanpa Modul)
Jika Anda menggunakan sensor DHT11 murni (belum
dirakit di modul), maka susunan pinnya (dari kiri ke kanan saat tulisan
menghadap Anda) adalah sebagai berikut:
- VCC
- Fungsi: Pin untuk catu daya
(power supply)
- Tegangan: 3.3V – 5.5V
- Data
- Fungsi: Pin keluaran data digital yang akan dikirim ke mikrokontroler
- Perlu resistor pull-up
(biasanya 5K – 10K ohm) antara VCC dan Data
- NC (Not Connected)
- Fungsi: Tidak terhubung,
tidak digunakan
- GND
- Fungsi: Ground (massa)
Pin DHT11 Versi Modul (3 Pin)
Jika Anda menggunakan DHT11 yang sudah terpasang
di modul, biasanya hanya ada 3 pin karena resistor pull-up
sudah dipasang di dalam PCB modul.
- VCC
- Fungsi: Sumber tegangan
3.3V – 5.5V
- Data (OUT)
- Fungsi: Jalur keluaran data digital ke mikrokontroler
- GND
- Fungsi: Ground
Kesimpulan
Sensor DHT11 adalah solusi sederhana dan ekonomis untuk
kebutuhan pemantauan suhu dan kelembaban. Meski memiliki keterbatasan dalam
akurasi dan kecepatan pengambilan data, sensor ini sangat cocok untuk keperluan
pendidikan, eksperimen, dan prototipe awal sistem monitoring berbasis
mikrokontroler.